Thursday, March 15, 2012

Pantai Tanjung Lesung

Membicarakan obyek wisata pantai di Provinsi Banten, tentu tidak akan luput dari Pantai Anyer dan Pantai Carita. Kedua pantai tersebut memang sangat terkenal keindahan panorama alamnya. Namun, terdapat satu pantai lagi yang tak kalah indah dan eksotiknya jika dibandingkan dengan kedua pantai tersebut, yaitu Pantai Tanjung Lesung. Dinamakan Pantai Tanjung Lesung karena lokasinya berupa daratan yang menjorok ke laut mirip ujung lesung, yaitu salah satu alat yang digunakan masyarakat tradisional Nusantara untuk menumbuk padi. (Portal Berita Universitas Pancasila/Wisata Melayu)
Tanjung Lesung yang bermakna pantai menjorok mirip lekukan di pipi (lesung pipit), merupakan salah satu kawasan wisata yang hadir belakangan, setelah Pantai Anyer dan Pantai Carita. Kehadiran para investor luar Banten, turut andil dalam mengembangkan potensi di wilayah ini. (AnneAhira.com)
Pantai Tanjung Lesung, memiliki panorama pantai yang alami dan indah berpasir putih serta karang yang unik membuat kawasan Pantai Tanjung Lesung terasa begitu spesial ketika dikunjungi bersama keluarga atau kolega. Suasana dan kondisi kawasan wisata andalan Kabupaten Pandeglang ini cocok kegiatan olahraga air (snorkeling, diving, dan jet sky). Terletak di sebelah Barat wilayah Pandeglang. Di bagian utara dari tanjung merupakan daerah perbukitan yang tidak begitu curam. Disini terdapat bagian laut yang menjorok ke pantai dan membentuk lagoon, bagian air laut membentuk seperti danau seluas 12 ha dan kedalaman sampai 5 m dengan kondisi air yang tenang. Hamparan pasir pantainya yang landai dengan luas mencapai 15 km, memberi cukup ruang kepada wisatawan untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti membuat patung dari pasir, berjemur, berolahraga (sepak bola pantai dan voli pantai), dan lain sebagainya.
Pantai Tanjung Lesung 

Posisi pantainya yang tidak menghadap langsung ke samudera lepas membuat tiupan angin dan deburan ombak kawasan ini tidak terlalu. Dan memancing merupakan aktivitas menarik lainnya, karena kawasan ini merupakan rumah bagi banyak ikan.
(No) flashback
Pantai yang berada di sebelah barat Kabupaten Pandeglang, Banten, dan memiliki luas sekitar 150 ha ini, resmi dibuka sejak pertengahan Januari 1998. Meski terbilang baru, fasilitas pendukung di kawasan ini relatif lengkap dan representatif. Apalagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang sendiri telah bertekad mengembangkannya sebagai salah satu tempat rekreasi bahari terkemuka di Indonesia.
Pantai Tanjung Lesung terletak di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia.
Dari Jakarta, terdapat dua alternatif rute menuju Pantai Tanjung Lesung. Pertama, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui pintu gerbang tol Serang Timur. Setelah melewati Kota Serang, perjalanan dilanjutkan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Kedua, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui gerbang tol Cilegon. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri pesisir Anyer-Carita, lalu ke arah Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Jakarta-Pantai Tanjung Lesung berjarak sekitar 160 km dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.
Pantai Tanjung Lesung: Dermaga
Sejak pertengahan Juni 2003, akses ke kawasan ini semakin mudah karena pemerintah daerah setempat telah mengoperasikan tiga bus DAMRI setiap harinya dari Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten, menuju Pantai Tanjung Lesung.
Dibanding Anyer dan Carita, Tanjung Lesung memiliki citra yang berbeda. Jika Anyer dan Carita lebih identik dengan wisata semua kalangan, Tanjung Lesung, sengaja atau tidak, dicitrakan sebagai tempat wisata kelas menengah atas.
Kehadiran resort-resort mewah menambah kuat citra tersebut. Kawasan pantai Tanjung Lesung juga terlihat lebih terorganisasi sebagai tempat wisata berkelas. Sebagai wisatawan, Anda akan benar-benar dimanjakan di sana.
Lokasinya memang menjanjikan karena terdiri dari pantai putih, air laut yang jernih dengan pesona bawah laut yang masih asri, serta dukungan lingkungan sekitar yang memadai. Bentuk sebagian pantai yang menjorok ke dalam seperti teluk dan sebagian lagi justru menjorok ke laut, menghasilkan efek pemandangan yang unik serta indah.
Pantai Tanjung Lesung: Pesona Bawah Laut
Sayang, akses menuju ke Tanjung Lesung kurang bagus. Sampai akhir 2010, jalan aspal di sepanjang pantai mulai Cilegon, Anyer, sampai Tanjung Lesung, kondisinya boleh dibilang buruk. Banyak sekali lubang di sana-sini, yang membuat pengguna jalan tidak nyaman dan harus ekstra hati-hati. Sebagai kawasan wisata yang sudah populer, seharusnya pemerintah setempat memperhatikan infrastruktur transportasi tersebut.
Present
Untuk menuju ke kawasan Pantai Tanjung Lesung tidaklah terlalu sulit. Banyak sekali traffic sign yang disediakan oleh pemda setempat sebagai penunjuk arah kepada para wisatawan yang hendak berkunjung ke lokasi. Perjalanan dari pintul tol Serang Timur menuju Pantai Tanjung Lesung menempuh sekitar 2 jam waktu perjalanan.
Di sana, wisatawan bisa menikmati berbagai fasilitas dan wahana wisata yang sangat lengkap. Mulai sekadar berenang menikmati bersihnya air laut hingga paket wisata jalan-jalan ke sekitar Gunung Anak Krakatau atau kawasan Cagar Alam Ujung Kulon.
Bagi wisatawan yang berhasrat menikmati kekayaan hayati dan pesona bawah lautnya, dapat menyewa peralatan menyelam. Dengan menyelam, wisatawan akan terpukau melihat terumbu karang yang rancak, ubur-ubur beraneka warna, siput-siput kecil dengan cangkang yang unik, dan ikan-ikan yang berenang berkejar-kejaran di garis pantai. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin mempelajari cara mentransplantasikan terumbu karang, dapat mengunjungi lokasi konservasi yang berada di tengah laut. Menjelang malam, jangan khawatir kehabisan paket wisata karena Tanjung Lesung juga menawarkan acara berlayar ke tengah laut sambil menikmati matahari terbenam.
Pantai Tanjung Lesung
Pesona terbit dan tenggelamnya matahari beralas laut tenang dan berlatar langit cerah, serta ditingkahi oleh burung-burung laut yang terbang rendah dan sesekali menyambar ikan di sepanjang pantai, kian mengukuhkan betapa spesialnya kawasan ini. Wisatawan dapat mencerap momen indah tersebut dari shelter-shelter, pondok-pondok wisata, atau dari atas perahu yang berjalan perlahan-lahan di tepi pantai.
Bila bosan berada di pantai, wisatawan dapat mengunjungi desa wisata yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengrajin patung badak bercula satu (fauna khas Banten) dan minuman dari daun sirih, atau melihat-lihat kehidupan nelayan di Kampung Cipanon. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin menikmati keelokkan Pulau Liwungan, dapat menyewa speed boat dengan waktu tempuh sekitar 35 menit dari Kampung Nelayan Cipanon. Di pulau seluas sekitar 50 ha dan konon hanya dihuni oleh sepasang suami-istri ini, wisatawan dapat menikmati eksotisme Selat Sunda, pesona Anak Gunung Krakatau, dan bagan nelayan yang berkelip-kelip dari kejauhan.
Untuk yang berminat ber-sailing ria. Tempatnya adalah Sailing Club. Selain menawarkan penginapan, tempat ini memang khusus bagi para sailing mania. Kebetulan lokasinya satu arah dari Beach Club dan masih di dalam area Tanjung Lesung Resort.
Beach Club menawarkan berbagai macam aktifitas, seperti water sports dan juga land-based activities. Untuk water sports mereka menyediakan jet sky, banana boat, glass bottom boat, water ski, wakeboard, sunset boat trip, sea kayaking, pedal boat, snorkeling, fishing dan diving lesson. Untuk land activities mereka menawarkan mountain biking dan hiking.
Pantai Tanjung Lesung: Sunset
Wisatawan yang ingin menginap tidak perlu khawatir, karena di kawasan Pantai Tanjung Lesung terdapat losmen, home stay, wisma, hotel, villa, resort, dan cottage dengan berbagai tipe.
Di sini, juga terdapat warung, rumah makan, dan restoran yang menyediakan berbagai menu. Khusus setiap Sabtu malam, di rumah makan/restoran sepanjang pantai ini, tersedia hidangan laut segar bernama barbekyu.
Kawasan pantai ini juga dilengkapi dengan jaringan filber optik untuk mengakses internet dan jaringan komunikasi baik interlokal maupun internasional, sehingga wisatawan dapat menjalin komunikasi dan mengikuti perkembangan dunia luar.
Berbagai fasilitas lainnya juga tersedia di kawasan ini, seperti pusat informasi pariwisata, penjaga pantai, money changer, area parkir yang luas dan aman, banana boat, glass bottom boat, snorkeling, sea kayak, lapangan golf mini, kolam renang, kolam pemancingan, taman, shelter-shelter, kios wartel, arena bermain anak-anak, sentra oleh-oleh dan cenderamata, serta persewaan perahu dan speed boat untuk mengelilingi pantai.

No comments:

Post a Comment