Pages

Saturday, January 28, 2012

Mercusuar Anyer

Pantai Anyer mempunyai sebuah mercusuar yang berada di daerah Cikoneng. Pendirian Mercusuar ini untuk memudahkan kapal-kapal laut yang berlayar di wilayah Propinsi Banten agar tidak kehilangan arah berkat tuntunan petugas Mercusuar Cikoneng. Keberadaan mercusuar yang berjasa ini menambah satu lagi obyek wisata yang wajib dikunjungi di provinsi muda ini, selain menikmati indahnya panorma pantai, mercusuar ini saksi bisu sejarah perjalanan bangsa Indonesia zaman Belanda dan Jepang.
Melihat potensi yang ada serta tingginya nilai sejarah lokasi ini adalah pantas jika Mercusuar Anyer menjadi rekomendasi ketika berkesempatan mengunjungi wilayah wisata Pantai Anyer. Apalagi dilokasi ini pun tersedia penginapan jika ingin menghabiskan waktu untuk beristirahat di pinggir pantai.
Mercusuar Anyer
Bangunan mercusuar yang sekarang ini didirikan pada tahun 1885 pada masa Raja Willem III, seperti yang tertulis dalam prasasti yang terdapat di atas pintu masuk menara. Mercusuar ini adalah bangunan pengganti menara sebelum yang pernah ada sebelumnya yang telah hancur tahun 1883 akibat letusan gunung krakatau. Sisa pondasi mercusuar lama masih terlihat di bibir pantai yang terdiri dari struktur bata.
Flashback
Mercusuar Anyer di dirikan pada tahun 1806 pertama kali oleh pemerintah Hindia Belanda dan pada tahun 1830 rusak dan roboh ke arah timur karena terkena batu yang cukup besar pecahan dari letusan gunung krakatau, kini batu tersebut berada 1 km di sungai kampung Bojong-Anyer tak jauh dari menara mercusuar berada. Karena mercusuar tersebut sangat penting keberadaannya untuk menentukan arah mata angin di selat sunda dan menentukan batas daratan dan lautan serta sebagai rambu penerangan kapal-kapal pedagang VOC yang berlayar melintasi selat sunda yang merupakan jalur pelayaran internasional pada abad 18-an maka pada tahun 1885 pihak pemerintah Hindia Belanda pada masa pemerintahan Z.M. Willem III membangun kembali mercusuar yang roboh tersebut menjorok ke daratan 100 m ke tepi pantai untuk menghindari abrasi dan korosi air laut. Bahan mercusuar tersebut dibuat dari bahan besi baja dengan ketebalan 20-35 cm dibuat menjulang tinggi dan dengan posisi semakin ke atas semakin mengecil dari diameter lebarnya 10 m pada dasarnya dan 6 m pada puncaknya yang benbentuk segi sepuluh. Dengan jumlah 17 tangga dan 268 anak tangga serta ketinggian mercusuar tersebut 60 m dari permukaan tanah. Terdapat 7 jendela yang menghadap arah laut dan 1 pintu masuk yang terbuat dari besi baja. pada puncak mercusuar dikelilingi oleh kaca untuk memancarkan lampu suar yang cukup besar ukurannya, waktu yang diperlukan untuk menaiki anak tangga tersebut selama 15 menit sampai puncak menara. (Banten Excursion)
Mercusuar Anyer: Prasasti di Atas Pintu Masuk Mercusuar
Dibangun pada tahun 1885 pada masa pemerintahan Z.M. Willem III Mercusuar Anyer  sampai sekarang masih tetap kokoh berdiri. Dengan kontruksi baja setebal 3 cm mercusuar ini memiliki tinggi 65 m masih berfungsi sampai sekarang. Sebenarnya mercusuar ini merupakan mercusuar kedua yang dibangun di sekitar lokasi ini. Mercusuar pertama tinggal meninggalkan pondasi akibat tsunami dashyat yang ditimbulkan akibat neletusnya gunung Krakatau tahun 1883. Di dekat sekitar mercusuar ini juga terdapat tugu penanda titik nol dimulainya pembangunan jalan anyer panarukan. (Balitbangda)
Mercusuar ini memiliki ketinggian 75,5 m yang terbagi menjadi 18 lantai, disetiap lantai terdapat tangga untuk menuju ke lantai berikutnya, terdapat jendela di setiap lantainya. Di lantai teratas 18 terdapat lampu suar dengan penutup setengah bola yang dapat berputar 360°. (Arinugraha’s Weblog/Disbudpar Banten/Nadeedja's Contemplations)
Mercusuar Anyer: Penanda km 0
Present
Mercusuar tersebut kini masih berfungsi dengan baik dan di gunakan oleh Dirjen Hubla Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok dengan nama Menara Suar Cikoneng DSI 2260 sebagai alat bantu navigasi kapal laut yang melintasi selat sunda dan menara suar ini digunakan hanya dalam keadaan darurat saja seperti halnya di daratan terjadi pemadaman listrik ataupun kapal yang kurang alat penerangan untuk navigasi menentukan arah di tengah laut.
Pada puncak mercusuar kita bisa melihat laut lepas selat sunda dan gunung anak Krakatau di arah barat sedangkan arah timur kita bisa memandang gugusan gunung-gunung di wilayah Banten selatan. Sedangkan arah utara dan selatan kita bisa memandang pesisir kawasan Pantai Anyer, Jalan Raya Anyer-Panarukan dan hotel-hotel yang ada di Anyer.
Mercusuar Anyer
Pada pondasi mercusuar pertama tertera tulisan 0 km Jalan Anyer-Panarukan 1806, itu membuktikan prasasti tersebut dibuatnya jalan Anyer-Panarukan pada masa penjajahan kolonial Belanda yang dikenal dengan kerja rodi yang banyak makan korban dalam pembuatan jalan tersebut yang di pimpin oleh Deandles dan jalan tersebut bisa kita nikmati hingga kini.
Menurut informasi, sinar lampu yang dipancarkan mercusuar ini masih bisa menuntun perahu atau kapal laut dari jarak 21 mil laut. Sebagai sumber listrik digunakan panel surya dan batere sebagai penampung daya dengan teknologi dari Perancis. Panel lampu dihubungkan dengan sensor  otomatis yang  dapat menyala ketika cuaca mulai gelap. Hal ini sangat meringankan petugas, jika dibandingkan pada awal pengoperasian mercusuar yang menggunakan karbit sebagai bahan bakar untuk penerangan lampunya.
Mercusuar Anyer: Pantai dan Mercusuar Anyer
Bangunan ini tersusun atas lempengan-lempengan baja. Terdapat ditenga menara terdapat rongga berbentuk silinder yang memanjang sampai ke atas mercusuar yang biasa digunakan sebagai jalan untuk narik sambungan kabel dari bawah.
Kini, Mercusuar Anyer seakan tenggelam di tengah-tengah maraknya sarana wisata modern, terutama setelah tumbuhnya resor-resor di tepi pantai. Padahal, mercusuar ini menjadi saksi bisu kekejaman penjajahan Belanda.

No comments:

Post a Comment