Pages

Sunday, March 25, 2012

Cagar Alam Pulau Dua

Merupakan cagar alam yang terletak di Kecamatan Kasemen, tepatnya 3 mil laut disebelah timur Pelabuhan Karangantu dengan luas 30 ha, memiliki daya tarik dimana pada setiap April sampai Agustus  didatangi oleh berbagai macam ratusan bahkan ribuan burung dari benua Asia, Australia, bahkan Afrika.
Cagar Alam Pulau Dua juga berada di wilayah Serang yang terletak dilepas pantai Banten dan merupakan kawasan cagar alam yang banyak dihuni oleh satwa burung, khususnya burung bangau. Jumlah burung di pulau ini mencapai puncaknya pada bulan Maret hingga Juli karena kedatangan burung-burung yang berpindah dari tempat lain dan singgah di Pulau Dua ini untuk bertelur.
Cagar Alam Pulau Dua: Sunset
Berada di sebelah utara Kota Serang atau sebelah Tenggara kawasan Banten Lama. Dulu pulau ini terpisah dari Pulau Jawa dengan selat selebar 500 m. Jika ombak sedang surut, pulau ini menyatu dengan daratan Jawa. Lama-kelamaan, karena adanya pendangkalan Sungai Cibanten, batas antarpulau ini menjadi tidak jelas. Apalagi sekarang, endapan lumpur itu dijadikan tambak oleh penduduk sekitar.
(No) flashback
Dahulu Pulau Dua ini pisah dengan daratan Pulau Jawa, namun karna terjadinya abrasi maka menyatu dan dapat di akses dengan jalur darat, pada akhirnya pemerintah provinsi banten menetapkan Pulau Dua ini sebagai cagar alam. Pulau Dua memiliki nama lain, yaitu Pulau Burung.
Cagar Alam Pulau Dua
Pulau Dua yang sering disebut Pulau Burung, ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan GB tanggal 30 Juli 1937 No. 21 Stbl. 474 seluas 8 ha. Terbentuknya tanah timbul di sekitar cagar alam, menjadikan luas kawasan ini bertambah dan tahun 1978 menyatu dengan dataran Pulau Jawa. Untuk menjamin kelestarian ekosistem Pulau Dua, maka terbit SK Menteri Kehutanan No. 253/Kpts-II/1984 tgl 26 Desember 1984 yang menetapkan bahwa tanah timbul di selatan pulau menjadi tanah cagar alam, sehingga luas cagar alam ini menjadi 30 ha.
Menyatunya kedua pulau ini bukanlah hal yang unik di dunia geologi, dan biasa disebut sebagai pembentukan tombolo. Lazimnya tombolo muncul bila jarak selat lebih kecil dari lebar pulau, kedalaman laut relatif dangkal, adanya arus satu arah atau adanya sumber sedimentasi.
Cagar Alam Pulau Dua
Cagar Alam Pulau Dua terletak di Teluk Banten, termasuk ke Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang. Sedangkan secara geografis berada pada 106°11'38" - 106°13'14" BT dan 6°11'5" - 6°12'5" LS. Topografi kawasan ini secara keseluruhan relatif datar pada ketinggian antara 1-3 m dpl. Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 3.959 mm/thn, temperatur rata-rata berkisar antara 22°C-33°C dengan kelembaban udara 80%. Jenis tanah pada kawasan ini umumnya adalah aluvial kelabu tua dari bahan induk endapan liat di bagian dasar, asosiasi hidromorf kelabu tua dari bahan endapan liat dan pasir. Sebagian kawasan ini memiliki jenis tanah litosol dari bahan induk batu gamping (limestone).
Present
Cagar Alam Pulau Dua merupakan tipe vegetasi hutan dataran rendah dan sebagian merupakan tipe ekosistem payau (mangrove). Jenis flora yang terdapat di kawasan ini diantaranya kepuh (Sterculia foetida), ketapang (Terminalia catappa), bangka (Bruguiera sp.), api-api (Avicennia sp.), dadap (Erythrina variegata), cangkring (Erytrina fusca) dan pance (Morinda citrililia). Cagar alam ini merupakan tempat persinggahan dan tempat berkembang biak beberapa jenis burung migran dan burung-burung kecil lainnya. Pada bulan Maret-Juli beribu-ribu burung datang ke pulau ini/migran untuk bertelur, menetas dan membesarkan anaknya. (BBKSDA)
Cagar Alam Pulau Dua
Pulau ini memiliki lebih dari 85 jenis tumbuhan yang tumbuh, tetapi yang umum dan yang mendominasi jenis api-api (Avicennia marina), bakau (Rhizopora apiculata), dan Diospyros maritime di timur dan sedikit bakau. Bahkan pada garis pantai timur menghadap utara dijumpai formasi tumbuhan api-api yang muda, kemungkinan pengaruh perluasan pulau. Pada pantai timur di tempat terbuka kumpulan beluntas (Pluchea indica less) dan beberapa semak kecil lainnya. Lebih ke arah laut, rumput tembaga/gelang laut (Sesuvium portulacastrum L.), dan rerumputan berdaun tajam yang sempat melukai beberapa teman, serta rumput angin (Spinifex littoreus Merr). Makin ke dalam pulau pada rawa-rawa didominasi api-api diselingi bakau (Rhizophora apiculata) dan Sonnerata sp., Ki duduk, ki getah dan waru laut (Hibiscus tiliaceus L.). Sementara di sebelah utara, tanahnya berpasir dan kering serta lebih tinggi. Tumbuhan yang dapat dijumpai Ki ribut, Ki hoy, tulang ayam, kekapasan serta sawo kecik (Manilkara kauki Dub). Tebing pantai dihiasi dengan dadap (Erythrina veriegata L.), waru laut, dan kepuh (Sterculia foetida). (Wisata Indonesia)
Jumlah burung di pulau ini lebih dari 14 ribu ekor dari 108 jenis dengan jumlah yang migran sekitar 29 jenis. Para migran yang diduga dari Australia, Jepang, atau Hong Kong itu hanya sekadar cari makan, dalam penerbangannya yang cukup jauh itu untuk menghindari musim dingin. Datang kurus, kalau sudah gemuk pergi lagi. Hanya burung lokal yang bertelur dan berkembang biak disana.
Cagar Alam Pulau Dua: Burung Bangau
Jenis fauna yang terdapat di kawasan ini didominasi oleh jenis-jenis aves (±14 jenis) yaitu cangak abu (Ardea cinerea), cangak merah (Ardea purpurea), cangak laut (Ardea sumatrana), kuntul putih besar (Egretta sacra), kuntul perak kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), pecuk padi (Phalacocoraxs niger), roko-roko (Plegadis falcinellus), koak merah (Nyticorax caledonicus) dan koak maling (Nycticorax nycticorax). Dari jenis reptilia terdiri dari biawak (Varanus salvator) dan ular sanca (Phyton reticulatus). Jenis satwa liar lain yang sering ditemui di kawasan ini adalah kucing hutan (Felis bengalensis).
Untuk mencapai lokasi bisa ditempuh melalui jalan kaki dari daerah Sawah Luhur, telah dilengkapi menara pandang untuk memudahkan pengunjung melihat dan mengambil gambar areal obyek Pantai Anyer. Atau dengan menyewa perahu boat dari pelabuhan Karanghantu di Banten langsung menuju ke Pulau Dua. Di Pulau Dua terdapat pos Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) yang dapat dipakai sebagai tempat berisitirahat.
Cagar Alam Pulau Dua dapat ditempuh melalui jalur Jakarta-Serang (±90 Km)-Desa Kasemen melalui jalan beraspal dengan kondisi cukup baik dan terdapat trayek angkutan pedesaan. Selanjutnya dari Desa Kasemen ke Cagar Alam Pulau Dua dicapai dengan berjalan kaki.

No comments:

Post a Comment